Pengikut

Senin, 07 Januari 2013

Hadehh....

Sedikit saja mengalami kegalauan, disebutlah itu ujian dari Tuhan...
begitu terkena musibah dikit, disebutlah cobaan Tuhan..
Memangnya Tuhan itu pembawa masalah dalam hidupmu?
memangnya Tuhan itu senang hambanya "galau?"
Heeiiii... Sadar dong!
Buka tuh matamu lebar-lebar...
"Pesan-pesan halus" yang menurutmu itu hidayah, yang melintas dikepala pun belum tentu dari Tuhan,,
karena tubuh kotor dan pelaku abadi kemaksiatan tak akan pernah mendapatkan itu dengan cara mudah...
Buka tuh mata hatimu...selapang-lapangnya...
masalah dan kegalauanmu, dirimulah penciptanya!
dunia baru yang Kau menjadi Tuhan pada perasangka-prasangka ciptaanmu...

Tidak bisa menyimak?

hmnnn....Setan perusak kehidupan telah menjadi rasulmu...penyampai pesan terhadap kerusakan akhlakmu yang luar biasa
...................................................................
kau menggangap "wangsit" yang kau terima itu dari Tuhan ?

berhati-hatilah...raja iblis itu, menurunkan pasukan dan balatentaranya untuk menjagamu dariNya...

agar selamanya kau abadi dalam kekufuran..

( Astagfirullahaladzim................

Penyair...

Penyair itu keparat!
bermasalah dengannya berarti kau bermasalah dengan dirimu sendiri...kemampuannnya "menyembunyikan" kejadian gila dalam syair-syair memabukkan yang menerbangkanmu ke langit tertinggi dan sekejap saja kau sudah berada di kedalaman jurang tak terukur hanya dengan syair-syairnya pula...
Penyair itu bajingan!
Bermusuhan dengannnya berarti kau telah memusuhi kehidupanmu ...kemampuannya "menyulap" dunia fana menjadi nyata dan sangat nyata dimatamu, membawamu ke angan paling manis, memujamu, menjadikanmu raja dan ratu di hatinya, menjadikanmu bunga dan kumbang pada taman-taman syairnya dan dalam sekejap pula dia telah menaruhmu dalam dunia hitamnya dan kau tak dapat keluar! terjebak dalam lingkaran setannya.
Penyair itu pembunuh!
menaklukkan dunia dan isinya dengan pedang bermata dua yang dia cipta dengan kata-kata,
dari nafasnya, terhembus angin dingin  yang menyejukkanmu, membuaimu, dan tak kurang sedetik, nafasnya terhenti dan kematian manyambutmu...
leher indahmu telah tergorok!
terpotong...
mati...
membusuk jasadmu hanya dengan syair yang menjadi nafas kehidupannya...
Penyair itu gila...
mencintainya berarti kau lebih gila daripadanya...
Ketika malam datang..purnama indah, angin sepoi dan segala macam teman kegilaannya tanpa kau sadari juga menjadi teman kegilaanmu...
Mabuk kepayang....
Terlena dalam alunan syair ketidakwarasan...
tersanjung dengan secuil kata murahan yang keluar dari bibir busuknya...

hahahaha...cintailah...dan bermasalahlah dengan para penyair...

...ini hanya untukku sendiri ...hikss

Pagi, Tanjungpandan,2013


Sembunyilah

Sembunyilah kau diantara sekat rongga dada dan jantungku hingga tak seorangpun mampu menemukanmu
Bahkan kematian sekalipun!

Minggu, 06 Januari 2013

Tidak bisa menyimak?

Sedikit saja mengalami kegalauan, disebutlah itu ujian dari Tuhan...
begitu terkena musibah dikit, disebutlah cobaan Tuhan..
Memangnya Tuhan itu pembawa masalah dalam hidupmu?
memangnya Tuhan itu senang hambanya "galau?"
Heeiiii... Sadar dong!
Buka tuh matamu lebar-lebar...
"Pesan-pesan halus" yang menurutmu itu hidayah, yang melintas dikepala pun belum tentu dari Tuhan,,
karena tubuh kotor dan pelaku abadi kemaksiatan tak akan pernah mendapatkan itu dengan cara mudah...
Buka tuh mata hatimu...selapang-lapangnya...
masalah dan kegalauanmu, dirimulah penciptanya!

Kau menjadi Tuhan pada perasangka-prasangka ciptaanmu...
Tidak bisa menyimak?

hmnnn....Setan perusak kehidupan telah menjadi rasulmu...penyampai pesan terhadap kerusakan akhlakmu yang luar biasa
...................................................................
kau menggangap "wangsit" yang kau terima itu dari Tuhan ?

berhati-hatilah...raja iblis itu, menurunkan pasukan dan balatentaranya untuk menjagamu dariNya...

agar selamanya kau abadi dalam kekufuran..

( Astagfirullahaladzim................

Sabtu, 05 Januari 2013

Menetes...

" Sudahlah luka oleh belati beracun
dibawakan pula cuka dan segenggam garam...aiiii maakk
Aduhai kekasih permata jiwa...
Tiada kurasa kecewa...
Tiadalah kurasakan sakitnya
Cintaku, ternyata kekuatanku
rindumupun juga.....
Aduhai...jiwa...berilah...tambahkankanlah lagi seribu luka...
taburkan kembali cuka dan garam...
agar penuh dada bergemuruh ini dengan duka atas namamu,
dan sesegera mungkin bedesak-desakan tumpah!
Jatuh berguguran...
menetes...
tes...
tes...
tes....
tes....
seribu...
dua puluh...
tujuh...
tiga...
dua...
satu...
dan seketika kosong!
terburu-buru berganti sesak oleh cinta...
....................................

(masih karena rindu)