Pengikut

Sabtu, 19 Maret 2016

Dua orang terkenal

Beberapa hari terakhir, berhadapan dengan dua orang dokter ahli yang sepertinya mulai jenuh dengan keahliannya itu

Dokter pertama, ia ahli penyakit kulit. Semua penyakit kulit tak ada yang tak diketahui penyembuhnya. Ia pun menjadi sangat sibuk akan pekerjaannya itu. Namun, dua hari terakhir, ia, kudapati juga ahli berjudi pacuan kuda. Rambutnya tak lagi rapi. Kakinya, bersendal jepit saja dengan celana pendek berkantong banyak, disanalah ia menyimpan segala "perlengkapan"nya. Dua batang rokok 234, korek api 1, uang kertas yang terlipat sepuluh, kunci mobil, dan dua buah telepon selular, no smartphone.

Dokter kedua, ia terkenal ahli mengobati penyakit wanita. Namanya, semua wanita tahu. Ia bak malaikat Tuhan yang turun kebumi dan hanya turun untuk menyembuhkan wanita saja. Ia pun menjadi sangat sibuk dengan "kewanitaannya" itu.

Tetapi, kemarin, tampaklah oleh mataku ia sedang menaiki speed boat baru mengantar tamu keliling pulau.

Kini, kedua dokter itu menjadi semakin terkenal.

Kamis, 10 Maret 2016

Pesta Meriah Pengundang Bencana

Udara pagi di kaki Kampung Lalang kali ini berbeda dengan kemarin. Lebih menyengat dan sedikit mendung. Apalagi dipenghujung tahun seperti ini, selalu dilanda badai. Angin super kencang dari arah barat daya akan menyapu bersih semua benda yang ada di sini. Termasuk warung-warung kecil yang jaraknya puluhan meter dari jalan raya. Kios lukisan milik ayah sudah pasti porak poranda. Sangat berantakan dan kami selalu kerepotan merapikannya kembali
Dulu, kalau angin kencang datang, yang rusak tidak seberapa karena pohon pelindung masih banyak. Dinding dan jendela kios juga tidak ada yang terbongkar. Kaca nako tidak ada yang pecah. Tapi sejak sepuluh tahun terakhir, bulan Desember menjadi bulan maut, bulan mematikan. Angin kuat super dahsyat yang dibawanya sungguh menghancurkan dan membinasakan. Tunggul-tunggul kayu puspa (Schima wallichii), pelawan (Tristaniopsis merguensis) dan teruntum (Lumnitzera racemosa) kini tersimpuh luluh. Mati. Tak bisa menahan angin. Pohon meranti (Shorea roxburghii) dan ulin (Eusideroxylon zwageri) hanya  tinggal nama. Hutan kampungku  botak! Gundul! Padahal dulunya di juluki Negeri bukan Main oleh orang Belanda karena hasil alamnya yang luar biasa.
Ribuan batang perancah dari berbagai jenis  melenggang indah ke dermaga lain dari negeri ini. Ratusan kubik kayu mengisi lambung-lambung pinisi yang berlayar menuju kota-kota besar. Penuh, sesak memenuhi geladak. Ratusan ton timah berasal dari negeri ini. Jutaan kubik pasir, juga dari sini. Tapi kini negeriku bukan lagi negeri yang kaya. Hasil alamnya sudah habis terkikis. Timah, pasir, lada, habis. Pun hutan yang tak lagi lebat dan hijau. Tandus!
Bukit-bukit disini tak ubahnya caping tua di atas nampan pasir raksasa. Tampak buruk dan tidak enak dipandang mata. Gersang! Tandus karena di tandusi. Gundul karena di gunduli dengan sengaja. Terlebih lagi bulan depan ada pemilihan anggota legislatif. Ini berarti hutan akan kembali di jarah. Dibantai. Orang-orang partai berlomba-lomba menggunduli pepohonan, menelanjangi hutan dengan suka cita di kampung-kampung, di pinggiran kota, dipantai, dimana saja asalkan dapat dipakai untuk tiang penyangga spanduk. Meski tersedia di depot, tak jarang mereka menebang sendiri untuk meminimalisir pengeluaran.
Pohon-pohon muda, di babat. Tunas-tunas baru di ranting pepohonan, di tebas bersama gelak tawa. Miris! Kini dada mereka terbusung kayu-kayu perancah. Puluhan nama di sanjung tinggi tumpukan dedaunan hijau. Kampungku berpesta besar. Meriah. Setiap ruang kosong berhias spanduk pelangi dan stiker visi misi mulai dari yang paling kecil hingga yang sangat besar. Dengan alasan murah meriah, tanpa sadar, mereka telah merusak paru-paru dunia. Ah, bukan. Bukan paru-paru dunia. Tapi paru-paru kampung.
*
Ayah baru selesai mandi ketika sebuah mobil dobel kabin menikung tajam di depan kios.  Gerigi bannya menancap jelas di pasir setengah lumpur ini. Dua pria muda duduk di bak belakang sambil berpegangan erat, meringis. Mungkin takut jatuh.
“Gimana, Leo? Kau sudah siap?” teriak seorang lelaki brewok bertubuh kurus  dari dalam mobil. Ayah memang selalu dihubungi orang-orang partai untuk urusan kayu dan keluar masuk hutan. Maklum, dulu ayah lama bekerja di tambang rakyat di hutan Cangkok.
“Oke, let’s go!” kata ayah penuh semangat sambil mengancingkan jaket kulitnya dan tergesa naik ke mobil.
“Ayah pergi dulu, Mir. Mungkin pulangnya malam. Soalnya spanduk harus segera  di pasang di puluhan titik hari ini.”
“Ke hutan lagi? Menebang lagi?” rasa kesal membuat nada bicaraku tinggi. Ingin rasanya ku bocorkan keempat ban mobil mahal itu agar mereka batal masuk hutan. Ayah hanya menoleh sepintas padaku dan langsung membuang mukanya ke depan. Dingin.
“Anakmu, payah. Kalau dia terus menghalangi, kau tidak dapat uang!” kata si brewok berbisik pada ayah. Kumisnya naik turun seiring hembusan keras dari rokok kreteknya. Dasar! Dia pikir aku tidak mendengar hasutan jahatnya.
“Hanya sedikit, kok. Tidak banyak. Percayalah, Mir!”
Kata-kata ayah benar-benar membuatku marah. Sedikit? Tidak banyak? Apakah ada yang pernah menghitung? Apakah mereka pernah menanam kembali pohon-pohon yang sudah mereka tebang? Miris. Dadaku tiba-tiba sesak. Terdengar jelas kicauan burung-burung kecil, gaduh,  riuh memecah sunyi . Terbayang tupai-tupai yang berlari ketakutan mencari tempat berlindung, seperti tontonan sirkus kelas dunia. Mendebarkan. Seperti dihantam godam ratusan kilo, kepalaku pusing. Berputar-putar. Angka-angka fantastis pun menari erotis di pelupuk mata.
Pada November kali ini, ada 150 calon anggota legislatif yang maju dalam pesta demokrasi yang diusung oleh 15 partai untuk 30 desa. Setiap partai mengajukan 10 calon yang akan duduk sebagai wakil rakyat di DPRD. Untuk satu baliho membutuhkan sepuluh batang perancah, satu spanduk, tiga batang. Satu bendera, satu batang dan satu buah umbul-umbul sebanyak satu batang.
Kayu perancah yang dihabiskan oleh partai untuk baliho, spanduk, bendera dan umbul berjumlah 10.800 batang. Angka ini jumlah dari baliho 4.500 batang (10 batang x 15 partai x 30 desa), spanduk 1.350 batang (3 batang x 15 partai x 30 desa), bendera 450 batang (1 batang x 15 partai x 30 desa) dan umbul-umbul 4.500 ( 10 buah x 15 partai x 30 desa). Sedangkan untuk para caleg, kayu yang dipakai berjumlah 2.550 batang yang berasal dari baliho 1.500 batang ( 10 batang x 150 caleg ), spanduk 450 batang (3 batang x 150 caleg), bendera 300 batang (1 batang x 2 buah x 150 caleg) dan umbul-umbul 300 batang (1 batang x 2 bh x 150 caleg). Total kayu yang terpakai adalah 13.350 batang.
Wow, inikah yang sedikit? Inikah yang namanya tidak banyak? Dalam kurun waktu 5 tahun, 13.350 batang kayu di tebang, dibinasakan secara “legal”. Ini belum seberapa. Angka yang di dapat hanya dari pemilihan caleg. Bagaimana jika ditambah dengan pemilihan bupati, gubernur bahkan sampai pemilihan presiden yang tentu saja memiliki jadwal yang berdekatan. Bahkan, yang lebih gila dan mencengangkan adalah pemilihan-pemilihan tersebut berada dalam kurun waktu 5 tahun itu. Kapankah pembantaian ini berakhir? Bilakah kekejaman terhadap alam ini berhenti? Apakah yang terjadi dengan hutan dan pantai kita jika ini dibiarkan terus menerus? Gersang dan tandus, ya! Langganan bencana, ya. Padahal setiap pohon membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh sempurna. Belum sempat besar, dibabat. Belum sempat tinggi, ditebang. Lalu, hutan yang menjadi bagian paru-paru bumi, paru-paru kehidupan dunia, hutan yang mana? Hutan maya?
Setelah pesta berakhir, rongsokan kayu tak berguna ini melapuk buruk di mamah waktu. Sebagian masyarakat meminta untuk dijadikan kayu bakar. Selebihnya terbuang sia-sia. Tak bisa dijadikan pagar karena pendek, tak dapat digunakan sebagai bahan bangunan sebab sudah terpotong-potong.
Kemudian bencana datang tanpa memberi salam. Banjir bandang menyapu rata material yang menghadang. Yang mati, banyak. Manusia, hewan ternak dan tanaman tumpas. Rumah, sekolah, kantor dan tempat ibadah rusak parah. Semua mengalami kerugian yang sangat besar.
Diskusi saling menyalahkan pun menjamur di radio, di televisi, di warung kopi, di halte-halte, di kantor-kantor pemerintah, di lorong-lorong jembatan hingga di komplek perumahan elit. Ketika bencana sudah dialami, saat musibah sudah di telapak tangan, semua langsung sepakat jika penggundulan hutan harus dihentikan. Lho, aksi demonstrasi kemarin itu panggung komedikah? Cuma lucu-lucuan? Protes keras di radio apakah hanya seperti lagu lawas yang membosankan? Spanduk-spanduk itu, apakah serupa surat cinta anak pubertas? Tak bermakna? Tak berarti?
*
Jam sudah menunjuk ke angka sembilan dan ayah belum pulang. Was-was pun  menjalari lekuk alam pikirku. Jangan-jangan ayah mabuk lagi bersama si gendut itu. Pastilah ayah berjudi di rumah Ko Atiam. Ah, semoga saja tidak. Baru saja aku menutup jendela depan yang kacanya pecah dihantam badai kemarin, bunyi nyaring klakson terdengar dua kali.
“Terimakasih, Bill. Besok kita lanjut lagi.” kata ayah sambil tersenyum dan menutup pintu mobil.
“Sama-sama, Leo.”
Brummm. Brummmm. Deru mesin perlahan menghilang tersapu angin. Aku yang memang sudah mengantuk, memilih diam ketika ayah memintaku membuatkan kopi untuknya. Dia terlihat lelah.
“Jangan manis.” katanya pendek.
“Diganti besi saja atau pakai tali. Hutan tidak rusak, alam terjaga.” kataku menimpali.
“Besi mahal!”
“Lho. Bukankah yang mencalonkan diri adalah orang berduit?” balasku sengit.
“Tidak semua berduit. Sebagian besar malah ngutang sana-sini.” kata ayah.
“Aku tidak perduli.Yang aku tahu, jangan pakai kayu perancah. Jika anggaran terbatas, ya secukupnya. Lagian, rakyat lebih mengenal mereka dari karya. Udah pernah berbuat apa. Kalau mau dipilih, ya harus sadar diri. Kita tidak harus menunggu jadi orang besar agar bisa melakukan sesuatu yang besar. Jangan hanya ketika ingin mencalonkan diri saja baru muncul. Dasar aneh!”
“Entahlah…”
Kopi yang masih setengah gelas, diminumnya cepat dan bangkit menuju kamar mandi. Braakk. Pintu tertutup rapat. Obrolan selesai.
Jawaban singkat ayah semakin membuat dadaku bergemuruh, kesal. Aku tak bisa berbuat apa-apa dimusim seperti ini, musim pencalonan. Teman-teman di komunitas peduli lingkungan juga cuma koar-koar tanpa hasil di depan kantor DPRD. Hasilnya nol. Tak digubris soal penggantian kayu perancah ke besi. Mereka bilang, ini omong kosong. Tidak mungkin bisa dilakukan. Kalau besi, anggaran akan bertambah. Duit negara yang keluar akan semakin banyak. Meski diterima untuk  berdialog, tapi ujung-ujungnya, tidak ada penyelesaian, tidak ada aksi nyata. Nol.
Arrrrgggghh…Apapun itu, aku tak perduli. Ini pembantaian hutan. Penggundulan sadis yang dilegalkan secara diam-diam. Hutan gundul adalah mata rantai bencana. Untuk memutusnya, seluruh elemen masyarakat berhenti menebangi pohon. Semua harus paham bahwa pembabatan dan penjarahan pohon merupakan perilaku buruk yang sangat merusak.
Menebang hutan berarti siap menerima malapetaka besar, siap di lahap bencana. Bukankah sudah banyak musibah yang terjadi karena hutan gundul? Kita selalu mengalami bencana rutin disebabkan pengrusakan hutan besar-besaran. Meski sering di bilang “sedikit”, tetap saja memiliki kontribusi terhadap bencana alam.
Para pemangku kekuasaan, hendaklah membuat undang-undang atau aturan tentang larangan dan sanksi penggunaan kayu perancah dari jenis apapun untuk spanduk/publikasi dalam pemilihan umum dan untuk kegiatan apapun. Titik. Dengan begitu, hutan terjaga, hutan resapan air ada. Bencana banjir dan tanah longsor akan berkurang. Jika tidak, bersiaplah di dera bencana sepanjang tahun.
*
Ayah masih tidur ketika telepon selulernya bergetar keras diatas meja. Bergegas aku mengangkat. Sebuah pesan masuk dari om Billy tertulis, “Leo, ke kantor, ya. Udah cair.”
Tanganku lincah menghapus pesan. Telepon kumatikan. Beeeeep. Bunyinya terdengar pelan. Biar saja ayah tidak datang mengambil uangnya. Aku masih kesal. Aku masih marah karena  pesta meriah pengundang bencana ini akan terus kita adakan entah sampai kapan.
Suatu hari nanti kita akan sampai di masa ketika pohon tidak ada lagi yang bisa ditebang. Suhu udara yang tinggi bisa untuk menggoreng telur di jalan-jalan kota. Burung-burung yang tersisa mengalami autis berat. Berjalan sendiri, asyik sendiri,  tak lagi bergerombol karena tak ada kawan, tak ada sarang untuk berkembang biak. Anak-anak kita, memiliki kebiasaan baru, bermain dengan dada telanjang karena tak tahan panas. Mereka tidak akan mengenal hutan, tidak mengenal kayu-kayuan Indonesia. Kelak, hutan menjadi kata yang asing bagi siapapun, termasuk aku.

-o0o-

Minggu, 24 Januari 2016

Mengerjakan yang tidak berguna

Banyak hal tidak berguna yang sudah kita lakukan dan banyak hal berguna yang harus segera kita kerjakan.

Kita sudah tahu itu. Tetapi kita masih mengerjakan yang tidak berguna

Ruth16

Samakan saja dengan suara bedug berbuka puasa

Beberapa dari kita sering menunda-nunda waktu shalat yang sering kali berujung dengan tidak mengerjakannya.

Beberapa dari kita juga sangat mengetahui bahwa yang kita lakukan itu ( menunda waktu shalat) adalah sebuah dosa.

Untuk melawannya/mengatasinya adalah :

Ketika adzan sudah berkumandang, anggaplah itu bedug berbuka yang engkau tak sabaran menunggunya. Maka bergegaslah. Puaskan dahagamu dengan dzikir.

Ketika adzan berkumandang, anggaplah itu masa terbukanya pintu-pintu surga ketika engkau sudah berada di tepi jurang neraka.
Maka bergegaslah mendatangiNya.

Ruth16

Kamis, 10 Desember 2015

Banyak orang berilmu dan berpengetahuan tinggi
Namun tidak banyak yang bisa membagi (ilmu dan pengetahuannya) itu kepada orang lain dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna bagi penerima


-Hadoh-

101215

Senin, 07 Desember 2015

Padahal


Tak sedikit dari kita mengira/beranggapan bahwa calon pasangan adalah orang yang pas/paling tepat menjadi pendamping dikarenakan merasa sudah cocok luar dalam/sehati/satu visi/satu misi/satu mimpi/satu tujuan
Padahal apa yang tampak dimata tidaklah seindah aslinya. Terkadang, campur tangan setan terkutuk lebih banyak.
Semuanya menjadi terlihat..............
Pintar padahal biasa-biasa saja
Bijak padahal biasa-biasa saja
Sederhana, padahal lumayan boros
Lembut padahal bengis
Kemayu padahal sangar
Taqwa padahal hanya menyalin dari buku

Mata kita semua telah disulap, dikaburkan
agar kita lupa, agar kita lena
agar masuk kita semua kedalam golongan mereka

081215

Senin, 30 November 2015

susah diatur!

Di pelupuk mata saja rinduku susah diatur, apalagi kalau harus menunggu musim barat

051115

semua sama dalam bercinta

Seorang pencinta akan mencintai kekasihnya dalam hal apapun
Dalam keadaan benar
Dalam keadaan salah
Semuanya menjadi sama dalam cinta...

120815

Kenali pintu ujianNya

Engkau tidak akan diuji dipintu dimana engkau sudah benar dan kokoh
...
Jika engkau penyabar, engkau tidak akan diuji dipintu kesabaranmu. Tapi engkau di uji sifat kedermawananmu
Jika engkau dermawan, engkau tidak akan diuji di pintu kedermawanan tapi engkau di uji di sifat penyayangmu
Jika engkau didapati memiliki sifat penyayang, engkau tidak akan diuji soal kasih sayang, tapi engkau di uji di pintu kerendahan hati
Begitu seterusnya tanpa kita sadari. Maka kenalilah datangnya ujian Tuhan
Love U...

150815

terbalik juga ....

Umur...memang patut di hitung kalau mau cari pasangan.
Bagus kalau lelaki lebih tua dari wanita.
Kalau terbalik................ ,,,,,,
Ketika ada masalah, Terbalik-balik juga yang mengatasinya...
Terbalik-balik juga yang bertanggung jawab...
Terbalik-balik juga yang dominan dalam mengambil keputusan...
Perempuan semua yang ambil peranan...
Si Laki cuma seperti kerbau dicolok pantatnya...
Nurut terpaksa....mau loe?
ªќ ªќ ªќ ªќ ªќ ªќ ªќ ªќ

170815

biar saja orang berkata kita gila

Biarkan saja orang berkata kita gila
Karena cinta membuat bahagia
sebab cinta tak pernah bertanya dihati siapa ia akan tumbuh
Di nama siapa ia akan kokoh bertahta

200815

ikhlas?

Disini, aku menemukan beberapa orang yang menukar ayat-ayat Tuhan dengan uang
Beberapa diantaranya berdalih dengan alasan,
"Mereka memaksa memberi, kami tidak meminta, kami membantu secara ikhlas"
Sebagai hamba, keikhlasan yang seperti apakah namanya jika uang/mahar/tanda terimakasih masih diterima?
220815

cinta sampai lima

Kau tuduh aku punya banyak cinta
Lalu kau putuskan aku
Padahal yang pertama hanyalah cintaku kepadamu
Yang kedua aku cinta kamu
Yang ketiga kaulah cintaku
Yang keempat cintaku adalah kamu
Yang kelima cintaku abadi kepadamu

Kini, aku harus mencari kekasih baru
Lima cinta dari lima orang dari lima benua
Hoeeekk!
Selamat sore wahai Mahluk Tuhan yang ganteng, baik hati, tidak sombong, suka nraktir dan murah senyummmmm...
Ixixixixix.....

290815

lihat dulu

Untuk mematikan langkah, terkadang kita memilih cara dengan membuka aib/kekurangan/kesalahan lawan diruang publik dengan harapan orang lain akan menjauh/membenci/marah/tidak setuju
Padahal, disaat yang sama orang-orang justru akan melihat aib/kekurangan/kesalahan kita terlebih dahulu

030915

kekurangan dan kelebihan

Kelebihan yang ada pada seseorang itu adalah kekuasaan Tuhan
Kekurangan yang ada di diri seseorang pun adalah kekuasaan Tuhan

060915

Sudah tahu semua

Sifat iri yang berdampak positif adalah mampu memotivasi diri meraih prestasi melebihi musuh/lawan
Iri yang berdampak negative, tidak usah dijelaskan, udah tahu semua....
Wkwkwwkkwkw.... Selamat Pagi...

090915

Dzikir

Dzikir diatasnya dzikir
Hati berdzikir
Kepala berdzikir
Tangan berzikir
Dada berdzikir
Bahu berdzikir
Lengan berdzikir
Perut, lutut berdzikir
Dan dzikirnya kedua kaki


100915

bejana kayu rindu

Kumpulkan rindumu dalam bejana kayu yang terbuka, penuhi ia
Sesak hingga tak tersisa udara
Aku akan datang bersama setitik api, menutupnya

100915

Saling mencari

Pernah aku berkhayal hebat pada suatu sore
Kita berjanji, bertemu hanya untuk menyeruput kopi dari gelas yang sama
Kau berbaju putih
Aku berbaju merah
Dan ketika dentang waktu bergerak semakin deras, sangat deras, kita lupa
Kau memakai baju hitam
Dan aku memakai baju hitam
Gelap pun datang memporak-porandakan janji
Kita gagal jumpa
Kita asing
Kita saling mencari
Masih
Wkwkwwkwkwkwk......

120915

Cinta aneh

Cinta memang aneh
Seketika membuat manusia menjadi sangat berani
Dalam sekejap, mewujud ia dalam ketakutan yang hebat
Bukankah kita memiliki tujuan yang sama yang membutuhkan semangat, usaha dan kerja keras yang jauh lebih penting untuk didahulukan daripada memikirkan rasa takut yang mengerdilkan langkah?
Tetaplah seperti semula,tak pernah takut pada hal apapun
......
Bilang sama tuh jin penunggu batu pusaka,
Patuhlah sama tuanmu yang baru, karena kalau tidak, kau berganti tuan...

240915

Kisah jelek

Tidak ada yang paling jelek selain dari cerita yang tidak bisa dikisahkan kepada orang lain

260915

Saling emncintai itu penting

Kedekatan karena hubungan pertalian darah dalam keluarga tidaklah penting
Yang penting adalah sikap saling mencintai sesama anggota keluarga

270915

Dunia maya adalah tempat sembunyi

Dunia maya....
Adalah tempat sembunyi yang paling aman...
Engkau bahkan tidak tahu jika orang yang selalu kau kirimi pesan setiap pagi...
Kau kirimi bunga menjelang senja
Sedang tersenyum puas diatas perut kekasihnya dengan sebuah gadget aktif ditangan...


011015

Cinta membuat segalanya mungkin

Jelek terlihat tampan
Buruk tampak baik
pahit terkesan manis
Hitam dibilang putih
Pendek terasa panjang
Asem disebut seksi

Hadeh,...cinta telah membuatnya menjadi mungkin...

081015

Menyentuh kakimu membuatku tenang

Dengan menyentuh kakimu sudah membuatku tenang
Bahkan lebih tenang dibandingkan dengan aku mengalahkan musuh-musuhku dimedan perang

081015

agar tak selalu baru

Kau ajarkan cara mencintai
Tapi tidak kau ajarkan cara membenci
Kau contohkan bagaimana aku harus selalu menyayangi
Tapi kau sembunyikan cara untuk melukai
Kau, bagaimana caranya agar cintaku sesekali layu padamu?
Agar tidak selalu baru?
Agar tak selalu rindu?

091015

Cinta memang payah

Karena beberapa hal, engkau jadi sangat membenci seseorang
tapi, hanya karena satu hal, kau bisa berbalik mencintainya dengan sangat hebat
Cinta memang payah!

111015

roda pasti berputar

Roda kehidupan masih berputar
Tak perduli kita sedang terpuruk atau telah sukses
Tak berpengaruh kita sedang berbahagia atau mandi airmata
Nasib, masih akan berganti nama ribuan kali, senang, susah, baik dan buruk
Semuanya masih berjalan, berproses dan terus bergerak maju
Semangatlah mengejar mimpi!
131015

Saranku untukmu....

Aku memang belum banyak makan asam garam kehidupan, tapi karena kau meminta saran, maka inilah saranku untukmu
" Carilah wanita berumur 45 s.d 50 an, yang kaya.
Biasanya, kalau tua, cepat mati, maka hartanya untukmu, dan kau bisa mencari istri baru yang jauh lebih muda...
Tapiiiii......itu kalau nasibmu baik!
Kalau nasibmu buruk, kau yang mati duluan
Keracunan susu basi !
Wkkwkwkwkwkwkw

211015

Lemak perutku

Jangan suka bertanya soal lemak perutku
Sebentar lagi musim dingin
Nanti kau menyesal

261015

Nafas asin, peluh berkejaran

Nafas-nafas sengal mengonggok di keranjang sampah
Tetesan peluh-peluh asin, ruah!
Puih !
Cinta ini sungguh murah
Cinta ini sedang sakit
Sekarat!


261015

Bangkitlah wahai bintang masa...

5 November 2012
Selamat menua wahai bintang masa
Bangkit bergerak adalah jalan
Dan semangat yang terus menyala adalah pintu yang senantiasa terbuka

Calamoa, 1975

Calamoa, 1975
Aku akan membawamu kesana, di depan muara
Duduk berdua menyaksikan matahari perlahan menenggelamkan dirinya ke cakrawala bersama camar-camar tua......,
Nelayan yang melempar sauh bersama harapan hidup esok hari
Nelayan yang lupa umur, lupa waktu, lupa segala hanya demi nyala hangat dari perut bertubuh renta
Nun jauh di ujung sana, tepat didepan Calamoa

Nanti, kau mungkin bertanya tentang nama kapal yang lalul lalang
dan asapnya yang menghitamkan lubang hidungmu dan menyisakan cemong dipipi kananku.....
ingatkah kau pada senyum kecilku pada hidungku yang mendengus, bersin-bersin dan kau tertawa pada rona pipiku yang memerah semerah senja yang selalu kau nanti......
lalu......,
Membiarkan tanyamu menggantung di valka-valka, membiarkan alismu tertaut di pipa-pipa besi, dan kau akan marah sesaat......, ya.....sesaat saja
Aku akan membawamu kesana, berkisah dibawah pohon kayu angin, pohon yang tinggi besar hingga ketika kau sembunyi, aku hanya mampu menemukanmu dari harum tubuh yang kau titip disetiap helai daunnya yang gugur satu persatu meluruh bumi
Kisah kapal-kapal karat docking di rok dalam bunga-bunga.....!!
Tentang batuk yang serasi dengan asap-asap kuning cerutu, ludah tumpah, serapah ruah!
Tentang botol-botol vodka dan tequilla yang pecah dalam sarung kotak-kotak, penuh getah.......!
Tentang chivas regal yang amis di sudut-sudut kamar,
Tubuh-tubuh telanjang jadi panggung arena setelah lelah berjudi usai paneh tanah hitam....
Tentang stempel gincu digelas-gelas bertangkai di bibir yang melahirkan puja-puji setan....
Tentang ombak yang enggan melepaskan letihnya pada pantai,
tentang buih putih samudera membatu di tangan-tangan kekar dan pecah dalam sedu sedan tak berkesudahan penuh sesal
Tentang deru mesin yang menikah paksa dengan teriakan elang laut, berat, kasar, melengking.......!
ini Tentang Calamoa.......
Disana, kita akan duduk berdua,
bercerita dalam balutan subuh berselimut kabut saat subuh, berguling diatas pasir, merayap disela-sela batu dan bercinta hebat dengan ingatan yang lumpuh total......!!
Belitung, Ruaida Halim
pada sebuah catatan yang sobek
dan Percakapan Obrolan Berakhir...

081115

... Editor... Ndut

What to do in Tanjung Binga?

Sebuah desa dikatakan berhasil menjadi desa wisata, setidaknya mampu memenuhi 3 kriteria berikut ini :
1. What To See
Apakah yang anda lihat di desa ini?
Berdasarkan apa yang anda lihat, apakah anda memutuskan betah berlama-lama bahkan menginap disini?
Apakah anda merasa senang ketika melihat pertama kali desa ini?
2. What To Do
Hal-hal apa yang bisa anda lakukan ketika berkunjung ke desa wisata?
Apakah anda akan belajar pembuatan produk kreatif rumah tangga dari masyarakat setempat? Apakah anda akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari aktivitas keseharian mereka?
3. What to Buy
Apa yang bisa anda dibeli di sebuah desa wisata?
Apakah produk-produk yang ditawarkan telah mendapat lisensi dari pihak terkait?
Apakah produk-produk tersebut dapat menarik anda untuk datang kembali ke desa wisata tersebut?
:ohoho.... Tanjungbinga, Mari kita bercinta di bawah para-para kehidupan
Jangan patahkan kayumu
Membumilah kuat
Meronggalah selebar dunia
Agar mata mata tertoleh paksa ketika kutelanjangi engkau diranjang empuk bernama sampah

091115

Anu

Anu
Kuganti saja namamu dengan " Anu" sebab setiap kali kutanya, engkau jawab, " Anu".
dan tidak ada nama yang paling pas dan paling menggambarkan anunya dirimu selain anu

181115

o, mata terpejamlah

O, Mata
Terpejamlah
Dunia sudah enggan menatapmu
O, Jiwa
Berbaringlah
ada sejuta mimpi yang mesti dipetik subuh nanti


181115

Lebih baik bagimu dan karib kerabatmu engkau hapal 1 tapi memahami

Lebih baik dan bermanfaat bagimu dan untuk karib kerabatmu jika kau memahami betul makna sebuah hadits hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari ( mengamalkannya)
daripada engkau hapal puluhan hadits namun tiada engkau tahu cara yang benar untuk mengamalkannya dalam keseharianmu

181115

Yuk, Jalan-jalan Ke Pulau Seliu Belitung

Yuk kite ngayau ke Seliu
Pulau Seliu, sebuah pulau di selatan Belitung yang menyimpan banyak potensi alam luar biasa yang bisa dikembangkan untuk memajukan kepariwisataan di Kabupaten Belitung. Berada dalam wilayah Kecamatan Membalong ( ± 65 km dari pusat Kota Tanjungpandan, dengan perjalanan ± 1,5 jam, dan menggunakan perahu ± 15 menit, kita sudah bisa merasakan indahnya Pulau Seliu dengan alamnya yang tenang karena jauh dari hiruk pikuk kota.
Pulau yang berada di selatan Pulau Belitung ini memiliki luas ± 1.530 ha yang terdiri dari 8 RT dengan jumlah penduduk ± 350 kepala keluarga. Kondisi geografis yang dikelilingi lautan menjadikan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian nelayan. Hasil laut yang melimpah berupa ikan dan kepiting, selain untuk kebutuhan masyarakat setempat, sebagian besar dikirim ke Tanjungpandan. Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) dari Pulau Seliu sangat melimpah. Dalam sehari, para nelayan bisa menghasilkan 200-300 kg tergantung musim/cuaca. Biasanya, kepiting yang dikirim sudah dimasak/direbus oleh pengepul agar lebih tahan lama. Kondisi alam desa yang dulunya terkenal sebagai produsen emping melinjo (Gnetum gnemon) ini memang mendukung karena masih alami dan jauh dari pencemaran lingkungan (limbah pabrik). Sehingga kepiting yang berasal dari Pulau Seliu ini lebih besar dan berisi (gemuk) dibandingkan dengan kepiting dari desa lain.
Desa Seliu juga terkenal dengan wisata pantainya. Setidaknya ada 5 (lima) buah pantai yang sangat potensial yang bisa dikembangkan yaitu Pantai Air Arak, Pantai Air Buluh, Pantai Teluk Mentigi, Pantai Tanah Merah dan Pantai Tanjung Marang Bulo. Pantai Air Arak berada di sebelah barat daya Pulau Seliu, nama Arak sendiri berasal dari beningnya air dipantai ini. Suasana tenang dengan gelombang kecil dan angin sepoi, akan membuat anda dan keluarga betah berlama-lama disini.
Pantai Air Buluh juga tidak kalah menawannya dengan Pantai Air Arak. Pantai berpasir putih dan lembut ini patut dijadikan destinasi ketika anda ingin berlibur atau sekedar refreshing bersama keluarga dan sahabat. Berada di sebelah barat Pulau Seliu, anda cukup menggunakan sepeda motor kesini.
Pantai Teluk Mentigi, adalah pantai dengan keindahan sunsetnya yang luar biasa. Anda bisa mengabadikan momen indah sunset di pantai tenang dan indah ini dengan sempurna.
Pantai Tanah Merah dengan jajaran hutan bakaunya yang terbentang disepanjang pantai menjadi surga bagi biota pantai seperti burung-burung, kayu angin, kerang, kepiting, udang, dan ikan-ikan kecil. Sejuknya udara di sekitar pantai dan hijaunya pemandangan akan membuat anda puas berkunjung kesini. Hutan bakaunya yang masih asri merupakan asset besar di sektor pesisir. Hutan bakau/mangrove yang masih alami merupakan hal mendasar yang harus ada untuk pengembangan usaha tambak ikan/udang.
Pantai Tanjung Marang Bulo berada di sebelah barat daya Pulau Seliu. Berjarak ± 7 km dari dermaga seliu, kita bisa menyaksikan gugusan batu granit dengan deburan ombaknya yang lembut. Sunset indah juga bisa dilihat dari pantai yang dulunya banyak di tumbuhi pohon bambu/buluh ini. Nama Marang Bulo berasal dari kegiatan/kebiasaan masyarakat setempat mengambil bambu untuk keperluan mereka di pantai ini. Pantai yang masih asli ini paling ramai dikunjungi setiap hari sabtu dan minggu sore untuk berlibur atau sekedar melepas penat.
Selain wisata pantai, di Pulau Seliu para pengembang bisa membidik wisata kuliner yang tentu saja tidak bisa kita temukan didesa lain yaitu produksi makanan olahan dari buah mangga. Pulau Seliu memang terkenal sebagai daerah penghasil mangga/kuweni (Mangifera x ordonata). Banyaknya buah mangga nan harum yang dihasilkan disini merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Betapa tidak, sebuah pohon mangga, bisa menghasilkan buah 200-500 kg per sekali musim buah dan terdapat ratusan pohon mangga yang dalam setahun bisa berbuah hingga dua kali. Banyak pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk olahan dari buah mangga ini mulai dari kue (dodol),manisan,asinan,minuman/sirup/sari buah,saus/sambal,keripik dan lain-lain.
Anda siap? Mari kita berkunjung ke Pulau Seliu.
Nikmati alamnya, cicipi lezatnya kepiting segar dan rasakan manisnya buah mangga nan harum bernama kuweni. (Nov2015,ruth81)

setiap inch adalah pedoman

Sebenarnya, setiap inch dari langkah kita adalah pelajaran
Setiap detik waktu yang berlalu adalah pelajaran
Namun, adakah yang kita ambil untuk dijadikan pedoman untuk langkah berikutnya?
Adakah yang kita ingat untuk dijadikan pedoman?
--hanya sedikit dari kita yang mengambilnya untuk dijadikan pedoman---

211115

tidak usah menulis berita

Tidak usah sering membagikan/ mengirim ulang berita agar kau dinilai keren/hebat. Aku yakin, dari berita-berita itu tidak ada yg pernah kau baca dengan tuntas hingga ketika seseorang bertanya, kau tidak tahu jawabannya .... Ini adalah salah satu dari sekian ribu tanda-tanda sifat Riya....ilmu tak dapat, dosa iya

281115
Perlahan bayangan kami menjadi teman
Mimpi kami menyatu
Cita kami menyata...

291115

Dosa yang beranak pinak

Dosa yang beranak pinak semisalnya adalah sebuah ilmu/pengetahuan haram yang engkau ajarkan kepada seseorang dan oleh seseorang itu diajarkannya kembali kepada orang lain dan oleh orang lain itu diajarkan kembali kepada orang lainnya pula.

Terhadap ilmu/pengetahuan haram yang engkau ajarkan, banyak kemudharatan yang terjadi semisal seseorang berdasarkan ilmu/pengetahuan haram tersebut memenangkan sebuah undian dan dari uang yang didapat dibelanjakannya dijalan haram.

Pun kepada ilmu/pengetahuan haram yang diajarkan banyak terjadi kerusakan semisal dari ilmu/pengetahuan haram itu orang-orang melakukan perjudian, pengundian dan sebagainya yang uangnya (hasil dari usaha tersebut) dibagikannya kepada sesiapa saja ( Istri, Suami, Anak, Keluarga, Sahabat dan orang lain) dan oleh mereka, dibelanjakan kembali kepada sesiapa saja (Istri, Suami, Anak, Keluarga, Sahabat dan orang lain).

Begitulah seterusnya dosa dan kemudharatan beranak-pinak. Kekallah ia hingga akhir zaman. Kita sudah mati, tubuh sudah hancur, dosa kita hidup abadi


301115,ruth81