Pengikut

Selasa, 13 Agustus 2013

pandanglah..

Pandanglah mulutmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menyampaikan
Ayat-ayat-Nya, menyebarkan ilmu-Nya, mengatakan

kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat yang
bermanfaat dan menjaga diri dari keburukan lisannya, atau
apakah ia masih engkau gunakan untuk mengatakan kata-
kata yang tiada berguna, mencaci, memaki, ghibah,
memfitnah, mengadu domba, berdusta , sehingga Allah benci
dan murka terhadap dirimu?
Pandanglah tanganmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk bersedekah,
menolong orang yang kesusahan, membantu sesama yang
kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna
untuk umat, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk
mendzalimi orang lain, mencuri yang bukan menjadi hakmu,
menganiaya saudaramu yang tak berdaya, sehingga engkau
pun akan menjadi binasa karena tanganmu sendiri?
Pandanglah kakimu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk melangkah ke
tempat-tempat yang diridhai-Nya, tempat ibadah, tempat
menuntut ilmu pengetahuan, tempat-tempat pengajian
yang benar lagi lurus, atau apakah ia masih engkau gunakan
untuk membawa dirimu ke lembah kemasiatan,
melangkahkan kakimu ke tempat yang dilarang-Nya, dan
melangkahkan kakimu untuk melakukan kejahatan dan
keresahan umat, sehingga engkau pun mendapatkan adzab
dari-Nya?
Pandanglah dadamu..!
Apakah di dalam dadamu tersimpan kelapangan dan
kelembutan hati, keikhlasan dan kesabaran, rasa syukur dan
tawadhu, juga keimanan dan ketauhidan yang benar, atau
apakah engkau masih menyimpan dan membiarkan penyakit
hatimu tumbuh subur, membiarkan hatimu gelap gulita,
menggadaikan jiwamu untuk urusan dunia, mengotorinya
dengan dosa dan permusuhan, sehingga hidupmu merasa
hampa dan jiwamu menjadi teman syaitan laknatullah?
Mudah-mudahan catatan pengingat ini selalu akan menjadi
penggugah dan penyemangat diriku agar senantiasa
mengkaji diri, bermuhassabah diri dan berusaha menjadi
seorang hamba Allah yang senantiasa memperbaiki
diri...

Posted : Abi Wulan...

Sabtu, 09 Maret 2013

Pendosa

Merasakan sebuah tamparan pedas yang memutuskan leher karena sebuah permintaan?

Tertunduk merata tanah
Kepala dengkul sama
Tak bangkit sakit menjepit

Minta diampuni dosa?


Kepala pendosa terbelah dua
Berhamburan berjatuhan otak busuk berulat amis bernanah!
Hahahahah...sore ini dia minta diampuni dosanya
 Hahahahahahah...
 Besok, akan dilakukannya lagi..

Tak pernah berhenti meminta pengampunan, dan selalu melaku
kannya lagi kesalahan yang sama yang sudah diketahui jika itu adalah dosa!
 Rasakan sebuah besi bergerigi menyisir setiap helai uratmu hingga menjadi benang tak berdarah

Nikmati setiap tetes daging yang meleleh memperlihatkan tulang belulang rapuh berabu

Tanpa bentuk!

Iman...Islam...sebuah keselamatan..


Iman yang tersisa

Mata tak terbuka berat
Dalam siang gelap pekat berganti cepat!

Terasalah sebuah pedang neraka membelah tiap bagian tubuh dari sisi kanan menjadi lembaran-lembaran daging tulang tipis berbau lumpur

Hanyalah iman yang tersisa...

Dicipta menjadi manusia

Siapkah dirimu wahai jiwa ketika raga berpindah tanpa sebuah tanya?

Kembalilah

Berharga sempurna engkau dicipta sebagai manusia pemilik kewajiban tunduk pada Raja Alam Semesta, tidak dicipta sebagai mahluk yang tanpa kewajiban beribadah yaitu binatang!

Meminta reinkarnasi untuk sebuah kehidupan dunia yang baik tapi tetap berlumur dosa?

berharap dikabulkan?

Berharaplah sampai bumi ini hancur dan terbelah...

Ketika mereka bertanya tentangku...

Ketika orang-orang berbicara tentangku, yang mereka ceritakan hanyalah tentang sebuah duka rindu yang dalam
Tentang sakit yang tidak memiliki penyembuh
Tentang sebuah kegilaan

Ketika mereka saling berbisik tentangku, yang mereka bisikkan hanyalah mataku yang terisi dengan dirimu
Penopang kedua kelopak mataku

Dan ketika mereka melihatku, mereka tidak mengenaliku karena yang tampak dihadapan mereka adalah dirimu

Kemarin, hari ini, dan esok mereka akan terus mencariku dan tidak akan pernah menemukanku sampai kapanpun karena aku adalah dirimu

Selasa, 08 Januari 2013

Biarkan Dia mengaturnya...

Biarkan Dia mengaturnya...

Ya, sayang...tentu saja aku akan membiarkan Dia mengaturnya...

Termasuk membiarkanNya memberi rindu dalam dadaku...
MembiarkanNya menjaga cinta mati ini sampai akhir hayat...

Sadarkah? jika cinta dan rindu kitapun ternyata karena pembiaranNya?

Dibiarkan selalu bersemayam...

Tanjungpandan, 7 Januari 2012


Senin, 07 Januari 2013

Hadehh....

Sedikit saja mengalami kegalauan, disebutlah itu ujian dari Tuhan...
begitu terkena musibah dikit, disebutlah cobaan Tuhan..
Memangnya Tuhan itu pembawa masalah dalam hidupmu?
memangnya Tuhan itu senang hambanya "galau?"
Heeiiii... Sadar dong!
Buka tuh matamu lebar-lebar...
"Pesan-pesan halus" yang menurutmu itu hidayah, yang melintas dikepala pun belum tentu dari Tuhan,,
karena tubuh kotor dan pelaku abadi kemaksiatan tak akan pernah mendapatkan itu dengan cara mudah...
Buka tuh mata hatimu...selapang-lapangnya...
masalah dan kegalauanmu, dirimulah penciptanya!
dunia baru yang Kau menjadi Tuhan pada perasangka-prasangka ciptaanmu...

Tidak bisa menyimak?

hmnnn....Setan perusak kehidupan telah menjadi rasulmu...penyampai pesan terhadap kerusakan akhlakmu yang luar biasa
...................................................................
kau menggangap "wangsit" yang kau terima itu dari Tuhan ?

berhati-hatilah...raja iblis itu, menurunkan pasukan dan balatentaranya untuk menjagamu dariNya...

agar selamanya kau abadi dalam kekufuran..

( Astagfirullahaladzim................

Penyair...

Penyair itu keparat!
bermasalah dengannya berarti kau bermasalah dengan dirimu sendiri...kemampuannnya "menyembunyikan" kejadian gila dalam syair-syair memabukkan yang menerbangkanmu ke langit tertinggi dan sekejap saja kau sudah berada di kedalaman jurang tak terukur hanya dengan syair-syairnya pula...
Penyair itu bajingan!
Bermusuhan dengannnya berarti kau telah memusuhi kehidupanmu ...kemampuannya "menyulap" dunia fana menjadi nyata dan sangat nyata dimatamu, membawamu ke angan paling manis, memujamu, menjadikanmu raja dan ratu di hatinya, menjadikanmu bunga dan kumbang pada taman-taman syairnya dan dalam sekejap pula dia telah menaruhmu dalam dunia hitamnya dan kau tak dapat keluar! terjebak dalam lingkaran setannya.
Penyair itu pembunuh!
menaklukkan dunia dan isinya dengan pedang bermata dua yang dia cipta dengan kata-kata,
dari nafasnya, terhembus angin dingin  yang menyejukkanmu, membuaimu, dan tak kurang sedetik, nafasnya terhenti dan kematian manyambutmu...
leher indahmu telah tergorok!
terpotong...
mati...
membusuk jasadmu hanya dengan syair yang menjadi nafas kehidupannya...
Penyair itu gila...
mencintainya berarti kau lebih gila daripadanya...
Ketika malam datang..purnama indah, angin sepoi dan segala macam teman kegilaannya tanpa kau sadari juga menjadi teman kegilaanmu...
Mabuk kepayang....
Terlena dalam alunan syair ketidakwarasan...
tersanjung dengan secuil kata murahan yang keluar dari bibir busuknya...

hahahaha...cintailah...dan bermasalahlah dengan para penyair...

...ini hanya untukku sendiri ...hikss

Pagi, Tanjungpandan,2013


Sembunyilah

Sembunyilah kau diantara sekat rongga dada dan jantungku hingga tak seorangpun mampu menemukanmu
Bahkan kematian sekalipun!

Minggu, 06 Januari 2013

Tidak bisa menyimak?

Sedikit saja mengalami kegalauan, disebutlah itu ujian dari Tuhan...
begitu terkena musibah dikit, disebutlah cobaan Tuhan..
Memangnya Tuhan itu pembawa masalah dalam hidupmu?
memangnya Tuhan itu senang hambanya "galau?"
Heeiiii... Sadar dong!
Buka tuh matamu lebar-lebar...
"Pesan-pesan halus" yang menurutmu itu hidayah, yang melintas dikepala pun belum tentu dari Tuhan,,
karena tubuh kotor dan pelaku abadi kemaksiatan tak akan pernah mendapatkan itu dengan cara mudah...
Buka tuh mata hatimu...selapang-lapangnya...
masalah dan kegalauanmu, dirimulah penciptanya!

Kau menjadi Tuhan pada perasangka-prasangka ciptaanmu...
Tidak bisa menyimak?

hmnnn....Setan perusak kehidupan telah menjadi rasulmu...penyampai pesan terhadap kerusakan akhlakmu yang luar biasa
...................................................................
kau menggangap "wangsit" yang kau terima itu dari Tuhan ?

berhati-hatilah...raja iblis itu, menurunkan pasukan dan balatentaranya untuk menjagamu dariNya...

agar selamanya kau abadi dalam kekufuran..

( Astagfirullahaladzim................

Sabtu, 05 Januari 2013

Menetes...

" Sudahlah luka oleh belati beracun
dibawakan pula cuka dan segenggam garam...aiiii maakk
Aduhai kekasih permata jiwa...
Tiada kurasa kecewa...
Tiadalah kurasakan sakitnya
Cintaku, ternyata kekuatanku
rindumupun juga.....
Aduhai...jiwa...berilah...tambahkankanlah lagi seribu luka...
taburkan kembali cuka dan garam...
agar penuh dada bergemuruh ini dengan duka atas namamu,
dan sesegera mungkin bedesak-desakan tumpah!
Jatuh berguguran...
menetes...
tes...
tes...
tes....
tes....
seribu...
dua puluh...
tujuh...
tiga...
dua...
satu...
dan seketika kosong!
terburu-buru berganti sesak oleh cinta...
....................................

(masih karena rindu)