Pengikut

Senin, 30 November 2015

Calamoa, 1975

Calamoa, 1975
Aku akan membawamu kesana, di depan muara
Duduk berdua menyaksikan matahari perlahan menenggelamkan dirinya ke cakrawala bersama camar-camar tua......,
Nelayan yang melempar sauh bersama harapan hidup esok hari
Nelayan yang lupa umur, lupa waktu, lupa segala hanya demi nyala hangat dari perut bertubuh renta
Nun jauh di ujung sana, tepat didepan Calamoa

Nanti, kau mungkin bertanya tentang nama kapal yang lalul lalang
dan asapnya yang menghitamkan lubang hidungmu dan menyisakan cemong dipipi kananku.....
ingatkah kau pada senyum kecilku pada hidungku yang mendengus, bersin-bersin dan kau tertawa pada rona pipiku yang memerah semerah senja yang selalu kau nanti......
lalu......,
Membiarkan tanyamu menggantung di valka-valka, membiarkan alismu tertaut di pipa-pipa besi, dan kau akan marah sesaat......, ya.....sesaat saja
Aku akan membawamu kesana, berkisah dibawah pohon kayu angin, pohon yang tinggi besar hingga ketika kau sembunyi, aku hanya mampu menemukanmu dari harum tubuh yang kau titip disetiap helai daunnya yang gugur satu persatu meluruh bumi
Kisah kapal-kapal karat docking di rok dalam bunga-bunga.....!!
Tentang batuk yang serasi dengan asap-asap kuning cerutu, ludah tumpah, serapah ruah!
Tentang botol-botol vodka dan tequilla yang pecah dalam sarung kotak-kotak, penuh getah.......!
Tentang chivas regal yang amis di sudut-sudut kamar,
Tubuh-tubuh telanjang jadi panggung arena setelah lelah berjudi usai paneh tanah hitam....
Tentang stempel gincu digelas-gelas bertangkai di bibir yang melahirkan puja-puji setan....
Tentang ombak yang enggan melepaskan letihnya pada pantai,
tentang buih putih samudera membatu di tangan-tangan kekar dan pecah dalam sedu sedan tak berkesudahan penuh sesal
Tentang deru mesin yang menikah paksa dengan teriakan elang laut, berat, kasar, melengking.......!
ini Tentang Calamoa.......
Disana, kita akan duduk berdua,
bercerita dalam balutan subuh berselimut kabut saat subuh, berguling diatas pasir, merayap disela-sela batu dan bercinta hebat dengan ingatan yang lumpuh total......!!
Belitung, Ruaida Halim
pada sebuah catatan yang sobek
dan Percakapan Obrolan Berakhir...

081115

... Editor... Ndut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.